Recent Posts

Friday, 3 November 2017

[Day 2][Materi 1] Games Bunda Sayang : Komunikasi Produktif

"Maa..Dasi Seragam HW-ku hilang" lapor kakak sepulang sekolah.

Dengar Kakak Khanza ngomong gini, pengennya langsung ngomel
"Koq bisaa, kakak sih pasti pakai dilepas2 segala, jadinya jatuh kan pas main. Kayak dulu kan yang kakak ilangin buku apa gitu.  Teledor deh. Mama gak mau tahu ya, pokoknya gak mama beliin lagi" plus fitur zoom in zoom out layaknya sinetron.

Untung sebelum rentetan kalimat diatas keluar, remnya jalan 😂😂.

Saya pandang wajahnya, ada rasa khawatir  dan takut disana. Pasti dia sudah mengeluarkan keberanian untuk bercerita ke emaknya ini.

Ingat kaidah 7-38-55...tarik nafas, atur  intonasi suara. Pasang senyum. 
"Wahh iya kah? Kenapa memangnya koq bisa hilang?" 
"Iyaa maa..Hilang pas aku lari2an sama teman2"
"Ooh gitu, trus?"
"Jatuh kayaknya, ma. Aku gak tau dimana tapi jatuhnya"
"Hmm...Trus gimana dong?"
"Beliin lagi ya ma" pintanya. 
"Boleh, potong uang jajan kakak ya" 
"Yaaahh..Koq gitu"
"Iya dong"
"Hmm.. iya deh"
"Trus enaknya gimana ya kak biar ntar pas punya baru gak ilang lagi?"
Dia mikir sebentar..
"Ntar gak aku lepas2 lagi, ma."
"Trus?"
"Aku iketnya yang kenceng juga biar gak jatuh"
"Siip. Oke kakak" saya nyengir.

Malamnya...

"Mamaaa..Aku mau jualan aja biar dapat duit beli dasi seragam HW. Jadi mama gak usah keluar duit"
"Wahh boleh, memang kakak mau jualan apa?"
"Aku jual bolpoin warna ini aja, ma" katanya sambil nunjukin bolpoinnya yang dibeli di koperasi sekolah.
"Bagus Kan, ma...Warnanya lho banyak, ma..Ada biru, ungu, orange, macam2"
"Iya emang bagus kak"
"Makanya...Mama beli yaa. Aku beli di koperasi 4ribu, Buat mama aku jual 5ribu saja, gimana gimana??" tanyanya dengan tatapan berbinar2.

😂😂 Jualan koq ke emakmu dewe, ndhuuk. Podho wae la'an.

Dalam hati saya bersyukur tadi menahan amarah, dan ketimbang mengeluarkan kalimat menyalahkan dan mengungkit kesalahannya yang dulu2, saya mencoba mengajaknya mencari solusi.

Dan memang, ya. Solusi anak itu adaa aja. Tinggal bagaimana kita mengeluarkannya saja.

Tabel KomProd Khanza

Sementara Zalfa, lagi fase menolak kalau disuruh mandi . Mbuleeet aja gak mau mandi. Efek nunggu emaknya beresin keperluan pagi.
"Zalfaaa..Mandi sekarang gih udah jam segini nih"
"Gak Mauuuu. Zalfa udah mandiii kemaren" 😐

upss iya, kalimat gak produktif nih kalau asal perintah gini. Mikir sebentar, mencoba menawarkan pilihan ke Zalfa.
"Hmm...Zalfa mau mandi sambil nyuci mainan yang ini atau mainan yang itu?" 
"Japaa mau nyuci mainan iniii" jawabnya seketika, sambil meluk2 mainannya. 
Okeee..siip. Yes. Giring ke kamar mandi 😁.

                      
                     Table KomProd Zalfa

#hari2
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Read More..

Thursday, 2 November 2017

[Day 1][Materi 1] Games Bunda Sayang : Komunikasi Produktif



Bismillah...

Hari pertama menjalani games Bunda Sayang, saya ditantang pada poin mengendalikan intonasi suara agar tidak emosi dan mengeluarkan suara ramah.

Bila biasanya saya lebih sering membangunkan Khanza hanya dengan menepuk atau mengelus punggungnya sesaat diikuti perintah tak berujung dengan nada terburu2 lalu pergi mengerjakan hal lain.

Pagi ini saya memberikan waktu lebih banyak dari sekedar mengelus punggungnya singkat.

Saat dia sudah melek sempurna, saya ajak becanda dulu beberapa saat, baru saya bilang sambil menatap matanya, tak lupa pasang senyum
"Mandi dulu yuk sayang, biar gak bau aceem"
Alhamdulillah langsung mandi, lho. Cepet lagi, saya takjuub 😄.

Lain halnya dengan Khanza, Zalfa bangun2 tidur sudah nangis ngomel2. *Tepok jidat

"Angin barat sedang berhembus" ujar Akungnya kalau ingin mengomentari Zalfa yang lagi timbul tanduknya .

Biasanya kalau Zalfa sudah nangis, apapun yang dikomentari orang malah bikin dia nangis dan jerit2. Apalagi kalau kakaknya yang komentar. Dan kalau sudah begini, saya biasanya mencoba menghentikannya kalimat
"Udah jangan nangis ta kak, diem dulu baru ngomong" sambil bernada penuh emosi.

Beberapa minggu ini, saya memberikan Zalfa ikan, agar matanya tidak timbilan lagi.
"Japaa gak mau makan ikaaan. Japa maunya ayaam kayak Aak" ucapnya sambil menangis dan menempis piringnya
"Kamu lhoo gak boleh makan ayam, ntar timbilan" balas kakaknya.
"Ndaaakk. Japa gak timbilaaan.." balasnya lagi dengan nada tinggi.

Saya kasih kode ke kakak besar untuk tidak berkomentar agar suasana tidak tambah ruyam.
"Zalfa kangen ya makan ayam?" tanya saya mengatur nada bicara
Ia mengangguk sambil masih menangis.
"Boleh koq Zalfa makan ayam, tapi kalau sering-sering nanti matanya sakit lagi. Segini aja ya" ucap saya lagi sambil mengambilkannya ayam secukupnya.

Dan Zalfa pun minta disuapi saya, padahal emaknya ini lagi nyusui, hayuk  lha nak mama multitasking.

Sambil menyuapi, sambil bilang
"Mama lebih suka kalau Zalfa bilangnya dengan baik, kalau sambil nangis  dan jerit2, mama gak ngerti Zalfa ngomong apa"
Anaknya sih ngangguk2.

Khanza? Alhamdulillah amaan sampai berangkat sekolah.

Di saat saya sudah menyiapkan mental untuk menghadapi Khanza, ternyata tantangan hari pertama datang dari Zalfa 😄😄. Baik lha, mencoba menerapkannya langsung ke dua anak sekaligus.

Menjalani games ini membuat saya berpikir akan tiap perkataan yang saya ucapkan, terutama ke anak. Dan Poin ini adalah poin dimana saya butuh perbaikan.


                 
Oshh..Masih Hari pertama,

Salam Bunda Sayang



#hari1 #gamelevel1 #tantangan10 hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip
Read More..

[Bunda Sayang] [Materi 1] Komunikasi Produktif : Epilog

"Kaaak, Bangun, yuk, minum air putih, trus mandi, makan, biar sekolahnya gak telat." kata2 yang sering saya ucapkan pada kakak besar.

Biasanya dia no respon. Masih ngumpulin nyawa dan males2an di kamar.

"Kakaaak...denger gak mama suruh apa tadi." ucap saya dengan nada naik satu oktaf.
"Mandiii, nakk. MasyaAllah..Udah siang niih"

Itu masih soal mandi, nanti beberapa menit kemudian ngecek kamar mandi, ngeliat si kakak malah bengong ngumpulin nyawa atau mainan air.

"Kakaaak...Koq malah bengong siih, Mandi ayuuk cepetaaan. Udah siang nih, belum makannya, belum siap2nya. Mana biasanya kakak lelet pula makannya."

Itu baru episode kedua, lho. Belum episode lain berjudul Makan Pagi, Pakai seragam dan episode lanjutannya lagi kalau artisnya sudah pulang sekolah yaitu Rebutan Mainan, Makan Siang, dst.

Suasana tambah gaduh kalau gak hanya saya yang ngecepres tapi juga papanya atau bahkan Utinya. Ditambah backsound anak bayi yang nangis terus2an sembari digendong emaknya dan kakak kecil yang ngintil minta jatah perhatian emaknya kadang sambil ikutan nangis.

Bisa bayangin mak hiruk pikuknya? Situ yang baca mumet??

Saya juga 😂. Disini seringnya saya kalah, kalah menahan intonasi suara maupun nada suara. Kalau sudah ngomel, apa suasana jadi langsung anteng seketika?? Malah tambah kacoo, buuk. Saya yang gede aja mumet, Capek. Capek marah2, capek nyeseel setelah marahin anak.

Apalagi Kakak besar, yang jadi objek kemarahan, yang mestinya berangkat sekolah dengan riang, siap menerima pelajaran. Eehh malah pagi2 udah dibuat bad mood.

Jujur saya khawatir kalau kericuhan sepanjang hari seperti itu akan terbawa jadi rutinitas harian. Naudzubillah

Makanya saat kuliah bunsay dimulai dengan materi 1 Komunikasi Produktif, saya langsung tertohok. Betapa tidak produktifnya komunikasi yang selama ini saya jalani bersama Khanza *mewek dulu.

Jadi...misi khusus diaktifkannya kembali  blog yang mati suri adalah selama beberapa bulan kedepan 😄, saya akan posting game sesuai tema yang dilakukan selama masa perkuliahan Bunda Sayang, IIP.

Bismillah...demi menjadi Ibu yang lebih baik lagi.

Salam Bunda Sayang
Read More..

Wednesday, 1 November 2017

Mati Suri

MasyaAllah postingan terakhir pas pengumuman kelahiran Zalfa 😱. Yang sekarang anaknya sudah 3 tahun aja.

Banyak hal terjadi setelah kelahiran Zalfa. Saya resign, jadi IRT, balik ke Surabaya dan yang terbaru...Punya anak ketiga 😄. 

Yipz, anak bayi di postingan terakhir itu sekarang jadi kakak 😄. Dann... Sebenarnya ada misi khusus kenapa blog yang sudah lama mati suri ini saya hidupkan kembali. Apakah itu??
Read More..

Tuesday, 7 October 2014

New Member of the Family

Perkenalkan, anggota keluarga baru kami. Kafiya Zalfa W.P .Lahir di tanggal yang sama dengan mamanya ;).
Zalfa umur 4 hari
Betah sekali bayi yang satu ini didalam perut, sampe 41 week gak ada mules2 sama sekali, sampe bu dokter komen
 "Proses melahirkan itu sebenarnya proses matinya plasenta. Disaat plasenta sudah tidak bisa memberi asupan makan pada janin, dia akan mati..dan si ibu akan merasakan mulas2 untuk melahirkan bayi. Nah, ini berarti ibu plasentanya bagus..jadi masih bisa ngasih makan bayinya"

trus bu dokter komen dengan lempengnya. 
"Ibu hamilnya ikhlas ini tandanya" 
ahahaha..apaa pula hamil ikhlas. 

Dan akhirnya saya dikasih deadline sama bu dokter buat operasi caesar pas di hari ultah mamanya. Malam sebelum hari H. Saya udah woro2 ke teman2 dan keluarga kalau besok mo operasi, mohon doanya buat dilancarkan prosesnya. 

Eh lha dalah...koq ya pas mau tidur kerasa kontraksinya. Awal2 masih belum terlalu sering...jadi saya tidak membangunkan si mas, sampe akhirnya jam 1 pagi kontraksinya sudah terasa lebih sering. Saya bangunkan si mas dan kita menuju rumah sakit. Ternyata udah pembukaan 4 aja dong. Pantes rasanya semriwing sekaliih. >_<. Jam 6 pagi sudah pembukaan 6. Dan itu rasanya subhanallah lebih semriwing ketimbang kakaknya dulu. Bu dokter belum sampe k rs, jadi konsultasi via telp saja. Karena gak tega melihat istrinya yang kesakitan sampe nangis dan sudah tidak bisa berpikir jernih saat ditanya mau meneruskan operasi atau vbac, si mas mutusin nerusin operasi saja. 

Dan ya Allah, ternyata anak bayi ini bener2 memaksimalkan waktunya di dalam perut buat gedein dirinya =P. Berat lahirnya 3,7kg aja dong. Pantesan koq pas kontraksi itu jahitan caesar sebelumnya nyeriii bangeet. Efek bayi gede apa ya T_T dulu koq dibilang kurang gizi segala siih, dok. 

Beda pas operasi caesar sebelumnya yang saya masih tegaaang sekali. Yang ini saya lebih santai. Mana di ruang operasi, lampunya itu ada kacanya pula. Dulu jaman Khanza lampunya gak gitu soalnya. Jadi proses operasi dari perut dibuka sampe dijahit lagi saya liat dengan detail. Bahkan jadi bahan obrolan sama dokternya. 
"Dok, itu darahnya koq bisa muncrat?"
"Itu yang kayak solder apaan dok?" 
"Jahitnya lama bener sih, dok. Berapa lapisan memangnya?" 
Sampe si dokter komen "Ini ibu berasa liat film, ya?" =)). 

Bagian paling bikin terharu tentunya pas Zalfa diangkat dari rahim. Subhanallah...bayi yang tiap malam diajakin ngobrol sudah keluar. Rasanya senaang dan legaa sekali. 

Sambil proses IMD, bu dokter yang lagi nyelesein jahitan perut berbagi tips buat program anak ketiga =)).. Yang cuma bisa saya komenin 
"Dok, itu jahitan belum kelar udah bahas anak ketiga aja sih dok" >_< 

Alhamdulillah sudah lahir. Kalau kata seorang teman saya, 
"Punya anak itu bagian paling susah bukan hamilnya, tapi setelah hamilnya. Masih ada proses menyusui, mpasi, dan yang terpenting mendidik si anak" ^^ 
Anak kecil yang sumringah dapat mainan baru :p

Khanza (3y 5m) & Zalfa (4d)
Bismillah...mohon doanya semoga Zalfa menjadi anak sholehah, dan menjadi pribadi sukses dan berguna buat sekitarnya, berbudi pekerti dan berhati mulia. Amiin.
Read More..

Friday, 15 August 2014

Sekilas Kabar Sepulang Mudik

Halooo...bagaimana acara mudiknya? Sudah kembali beraktifitas ya.. hihihi..makluum saya kan sudah cuti hamil. Jadi semua hari berasa sama. Eh, gak juga ding...saya juga menunggu hari Jumat koq. Karena berarti Sabtu besok si mas libuur. Jadi saya bisa agak sante. Horeee. 

Selama mudik sehat semua kan? Alhamdulillah si dedek masih betah didalam perut. Dan kontrol terakhir setelah mudik, posisi sudah bagus, dicek ini itu kata bu dokter insyaAllah memungkinkan VBAC. Si mas yang masih deg2an soalnya bu dokter selalu bilang "tapi tetap ya bu..persiapan operasi harus disediakan, buat jaga2 kalau perlu tindakan operasi". Dikasih deadline sama si mas kalau H-2 sebelum HPL belum kerasa kontraksi, maka bakalan booking buat operasi. Karena bu dokter juga cuma ngasih waktunya sampe 40 minggu itu. 

Hasil browsing resiko yang paling bikin merinding ya terjadi perobekan dinding rahim saat kontraksi/mengejan. Ahh..saya pasrah aja deh. Doanya bukan minta supaya bisa lahiran VBAC atau Caesar lagi tapi dimudahkan semua proses persalinannya sama Allah SWT, entah itu VBAC atau Caesar lagi. Kalau ditanya deg2an apa enggak, pasti iya ya..namanya juga lahiran..pasti ada rasa deg2annya. Bismillah saja lha. 

Cerita mudik? seruu...karena saya sudah cuti hamil, jadi sempet nambah liburan seminggu di Surabaya. Ahhh..kangeeen bangeet. Cuma sayangnya karena sudah diwanti2 sama si mas buat gak usah banyak2 tawaf, jadi gak sempet ktmuan sama teman2 deh. Paling cuma main ke rumah saudara atau beli perlengkapan bayi aja. Khanza baru kali itu tuh jauh dari papanya selama seminggu. Perpisahan pertama, Khanza nangis, saya nangis dan papanya juga sediih. Ahahahha. Emang gak bakat jauh2an niih. 

Ngomong2 soal perlengkapan bayi saya koq gak seheboh jaman Khanza ya. Apa karena anak kedua dan insyaAllah sama2 cewek? Jadi kemaren cuma beli perlengkapan basic saja ya. *makasih mba Tiar sudah ngasih early present baju newborn ^^. 
Ntar yang belum beli di Cikarang saja deh. Saya sudah gak mood jalan2 jauh ke ITC Cempaka Mas cuma buat belanja aja. Secara gak niat belanja banyak2 juga sih. 
Yang masih belum beli
1. Cooler Bag - cooler bag jaman Khanza dulu sudah rusak. Ihiks..jadi mesti hunting lagi nih. 
2. Sewa Freezer ASI - karena sudah ada Khanza dan mesti stok makanan di freezer jadi ngalah deh sewa freezer buat asi. Bismillah semoga dikaruniai ASI yang melimpah. Amiiin. 
3. Baby Bather - Bak mandi Khanza sudah pecah karena dibuat mainan sama si anak balita ini. Masih galau antara beli bak mandi bayi lagi atau baby bather saja. Any idea?
4. Gantungan Baju Bayi - Nasibnya sama kayak bak mandi, sudah patah cantolannya karena dibuat payung2an sama si kakak Khanza :p. 
5. Gendongan Bayi - Aslinya saya penasaran sama gendongan bayi model wrap, kayaknya pewe gitu kalau dibuat gendong bayi. Secara dulu jaman Khanza sudah umur 6 bulan keatas saya suka pegel di pundak kalau gendong dia pake gendongan sling biasa. Dan saya emang gak gape pake jarit gitu. Jadi ngincer gendongan yang bisa dibuat gendongan depan, cuma belum ada ide/bayangan gendongan apaan yang pewe pakenya dan pewe pula di kantong. Hehehhe. 
Ahh..listnya ntar nambah deh klo udah inget apaan lagi yang belum kebeli. 

Sepulang mudik, saya jadi belajar IRT. Hihihi. Ngrasain ngurus rumah dan anak balita. Nganterin Khanza sekolah, beres2 rumah, masak. Mau pegang HP aja nunggu Khanza tidur atau papanya pulang dulu. Yang tetep gak kepegang dari dulu kalau ngurus rumah itu.... setrikaan. Ya Allah...kenapa belum ada yang bikin alat setrika otomatis siih. Sutriis liat setrikaan yang gak ada habisnya...untung ada laundry kiloan. *siyul2. 

Nah, kalau jaman Khanza dulu, sebulan sebelum saya lahiran, orangtua sudah standby disini jaga2 kalau saya brojol duluan, sekarang saya jadi single fighter. Orangtua mesti jagain kakak ipar yang usia kandungannya beti sama saya, mertua baru bisa kesini beberapa hari sebelum HPL. Yahh..mari berdoa semoga si dedek brojolnya pas sudah ada uti kungnya. Amiin. 

Okeh...sekian sekilas info dari saya. Mohon doanya semoga saya dimudahkan dalam proses persalinan, entah VBAC atau Caesar lagi. Anak dan ibu dalam keadaan sehat dan selamat tanpa kurang suatu apapun. Amiiin amin ya rabbal alamin. 

Dadaaah...

Read More..