skip to main |
skip to sidebar
Recent Posts
Posted by
UuL
Kemarin di salah satu acara di stasiun TV ada acara yang membahas tentang dana 1.8 Triliun untuk perbaikan gedung tempat para wakil rakyat. Gedung yang kabarnya sudah tidak layak di tempati karena overload. Dengan kapasitas gedung yang seharusnya 800 orang, sudah mencapai 2500 orang. Itu katanya. Tapi setelah di cek...banyak sekali ruang yang kosong tidak di tempati. Pada kemana orang-orangnya? Hmm..entah lha. Saya tidak berani berasumsi macam-macem.
Gedung itu katanya sudah retak sana sini dan tidak layak pakai.
Di adegan selanjutnya ada bangunan sekolah yang sudah runtuh. -Benar-benar runtuh. Tidak pakai acara retak segala-.
Anak-anak belajar di sisa reruntuhan itu. Beralaskan tanah. Tanpa meja atau bangku sekolah.
Ada adegan seorang guru yang demi memenuhi kebutuhan keluarganya harus jadi pemulung. Ada ibu yang bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan 10-20rb sehari. Itupun tidak selalu dapat.
Jadi keinget di stasiun tv yang sama, saya juga melihat sekeluarga yang tinggal di kandang ayam. Iya kandang ayam! :( . Padahal si istri sedang mengandung 8 bulan (heran ya...kondisi ekonomi seperti itu tapi produksi tetap jalan aja -_-").
Mungkin memang gedung itu butuh perbaikan. Mungkin memang kondisinya sudah tidak layak pakai. Tapi kooq...argh...sekali lagi saya tidak berani membuat asumsi macam-macam.
Ada satu quote dari salah satu wakil rakyat yang menggelitik saya.
"1.8 trilliun itu nothing!. Tidak ada apa-apanya"
urgh..miris dengarnya.
Bagi saya dan mungkin sebagian besar orang di negeri ini...uang segitu gede banget lhoo pak. Mungkin bagi bapak tidak ada apa-apanya. Tapi mbok yaa jangan bilang gitu tokh...gak kasian apa sama orang-orang yang penghasilannya jauuh di bawah standart. Penghasilan sebulan mereka mungkin bagi sebagian orang (baca :bapak) bisa di habiskan hanya untuk ngopi-ngopi di kedai kopi bermerk atau belanja sehari doang.
Bagi bapak tidak ada apa-apanya? Bagi kami jumlah segitu berharga sekali.
Dengan jumlah segitu...sekolah kami yang runtuh bisa berdiri kembali. Dengan jumlah segitu...anak-anak kami yang putus sekolah bisa mengenyam pendidikan lagi.
Dengan jumlah segitu...orang tua atau keluarga kami yang sakit bisa mendapat fasilitas kesehatan yang memadai.
Dengan jumlah segitu...kami bisa memulai usaha untuk menghidupi keluarga.
Dengan jumlah segitu...banyak hal yang bisa kami lakukan, banyak mimpi dan cita-cita yang terputus bisa jadi kenyataan.
Dengan jumlah segitu...kami bisa melakukan banyak hal agar kehidupan kami bisa lebih baik dari sekarang.
Bapak bilang tidak ada apa-apanya?
Aahhh...saya hanya bisa menggeleng tak setuju.
Karena bagi saya..dan mereka..jumlah uang segitu berharga sekali.
gambar di ambil dari sini
Read More..
Posted by
UuL
Tak terasa sudah 2 tahun lebih ternyata sejak saya memposting tulisan pertama saya. Tidak ada maksud apa-apa. Hanya postingan agar saya ingat apa yang membuat saya menulis di blog pertama kali.
Menulis dalam ranah maya. Mengganti setumpuk buku yang biasanya menjadi pelarian di kala saya sedang ingin menulis. Berbagi cerita..tanpa memikirkan apakah tulisan ini akan dibaca orang banyak atau tidak, Karena mungkin saya juga sekedar menggoreskan memori agar saya di masa depan tidak lupa apa saja yang terjadi dengan saya di masa kini. Meski ada beberapa cerita yang akhirnya tak sempat atau memang tak ingin dan tak bisa saya tuliskan di sini. Entah karena cerita itu memang lebih baik terkubur dan tergerus dalam ingatan tumpul saya atau memang saya hanya ingin menyimpan dan menikmati kenangan itu sendiri.
Saya penikmat tulisan..apa saja. Just give me some book and i can stay all day long read them.. =). Ranah maya membuat saya bisa berkelana dari satu tulisan ke tulisan lain tanpa harus mengunjungi toko buku =D. Saya menikmatinya. Membaca kisah yang di bagi tiap orang, tersenyum dan terenyuh. Meski kadang saya lebih memilih menjadi silent reader. Membaca tanpa meninggalkan suatu jejak. Tapi saya belajar...kalau meninggalkan jejak akan lebih terasa bermakna.
Teringat sahabat maya pertama saya, TokMa, dari negeri jiran. Orang pertama yang meninggalkan jejak di blog saya selain teman-teman terdekat. Yang dengan ramah dan penuh cinta menemani saya di saat saya ingin berbagi cerita. Tapi tak mampu membagi cerita tersebut dengan orang terdekat saya. Saya malah merasa aman membaginya dengan beliau. Dan hingga kini...sosok TokMa akan selalu menempati tempat khusus dalam hati saya.
Yah..begitu lha. Jadi kini sebisa mungkin saya meninggalkan jejak ke tiap'rumah' yang saya kunjungi, Siapa tahu saya bisa menemukan sahabat maya di luar sana :D.
Blog ini memang masih perlu perbaikan sana sini. Tapi mengingat 'tugas'nya sebagai tempat saya bercerita..ia sudah melakukan hal terbaik yang ia bisa.
Selamat 2 tahun lebih uulblog :D. Tetap lha menjadi penampung curahan dan tempat saya bercerita.
Dan bagi anda...jangan bosan berkunjung yah ^^.
Read More..
Posted by
UuL
Senin kemaren saya ijin sakit.
Niat awalnya sih ijin 'sakit' karena hari itu orangtua mas datang..setelah hampir 5 tahun disini, baru kali ini kedua orang tua mas datang -_-". Bandingkan saja dengan ayah dan ibu yang entah sudah berapa kali mengunjungi anak tercantiknya ini =P.
Eh lha dalah..emang karena niatnya jelek kali ya.. hari itu saya beneran sakit -_-". Memang sejak hari Sabtu sudah kerasa pasti akan sakit sih. Tenggorokan sudah gak enak buat nelan apapun. Badan juga sudah agak menggigil gak jelas. Jadi pas saya nelpon bapak leader, saya memang lagi keadaan separuh sehat -_-". Argh.
Yahh..tapi meski demikian..niat menemani camer tercinta tetap di jalankan :D. Sok-sok jadi calon mantu yang rajin, saya memberanikan diri memasak sarapan pagi untuk camer..
Wkwkkwkwk...udah masak ini itu. Eh lupa kalo camer punya sakit Asam Urat yang tidak membolehkan makan macem-macem *tepok jidat* . Untung saya masak tempe yang bisa di jadikan lauk. Sisanya? tentu saja si mas yang makan =P.
Ibu camer yang hari sebelumnya sempat nyeletuk
"Ehh..udaaahh..biar ibu aja yang nyuci piringnya. Emang kamu bisa ta nyuci piring?". *hiks... -_-" *
tampak agak lega calon mantunya ini ternyata bisa masak dikit-dikit..lumayan lha.. setidaknya anaknya kelak ada yang masakin. *Yahh..meski lauk favorit yang paling sering tersedia antara telor atau tempe..wkwkkwkw*.
Bapak camer yang emang dasarnya pendiam...agak mulai sering ngajak ngobrol. Meski dengan bahasa jawa yang medok yang masih sering bikin saya mengerenyit dan melirik mas minta di translate-in. Hiks. Maapken saya pak..saya akan belajar bahasa Jawa alus secepatnya..biar bisa mengobrol dengan bapak..=D
Hari itu di tutup dengan kunjungan ke dokter saat demam saya tambah tinggi dan membuat saya mulai lemas tak berdaya.
"Dok..sekalian minta surat ijin buat gak masuk hari ini"
Si dokter menaikkan alis dan melirik saya sekilas sambil tersenyum
"Emang seharian tadi kemana??"
Saya hanya tersenyum kecut. Dasar ni dokter. Sempet-sempetnya nanya gitu -_-".
Surat Ijin tidak masuk 2 hari dari si dokter harus di bayar lebih dari 400rb hanya untuk sakit flu plus demam dikit.
Read More..
Posted by
UuL
Meraba-raba hampa dalam hati...Iya...ada Ruang Kosong disini.
Sejak kepergianmu?
Hmm..mungkin.
Aku takkan menjawabnya.
Kan kubiarkan dirimu terperangkap oleh penasaran.
Apa pedulimu?
Seingatku, Kau yang memilih pergi.
Kau kembali lagi, untuk apa?
Untuk memulai dari awal?
Aku menggeleng,
merintih mengingat perihnya hati yang kau lukai.
tak bisa...
aku tak bisa...
Ruang kosong itu?
biarkan saja...
nanti...pasti akan ada yang mengisinya lagi.
dan semoga itu bukan dirimu.
Cikarang, 27 Mei 2010
*rentetan kata pengisi waktu luang =P
gambar di ambil dari sini
Read More..
Posted by
UuL

Aku tidak tersenyum hari ini ...
Bagaimana aku bisa tersenyum...ketika semalam aku tidak mendapat sepertiga malam untuk bercumbu dengan-Mu...
Bagaimana aku bisa tersenyum...ketika subuh pun aku masih saja bangun lebih siang dari panggilan-Mu...
Aku tidak tersenyum hari ini...
Bagaimana aku bisa tersenyum...bila pagi ini aku tidak menyapaMu dalam Dhuha karena terlalu asyik bergelut dengan pekerjaanku.
Bagaimana aku bisa tersenyum...bila Dhuhur dan Ashar ku kerjakan di akhir waktu lagi-lagi dengan alasan pekerjaan.
Ya Rabb...akan panjang sekali daftar alasan mengapa aku tidak tersenyum hari ini tuk kuajukan padamu..
Bagaimana aku bisa tersenyum ya Rabb bila aku merasa malu berjalan dengan penuh senyum di bumi Mu padahal masih banyaak sekali hal memalukan yang kuperbuat.
Aku tak berani ya Rabb..
Namun...
aku ingin tersenyum
karena langit pagi ciptaan-Mu sangat cerah
karena aku masih bisa menghirup udara hari ini
karena diriku dikelilingi keluarga dan orang-orang yang kusayangi.
karena mungkin senyumku bisa meringankan beban saudaraku yang bersedih?
dan mungkiin dengan senyumku orang lain akan berbahagia..
terlebih lagi...
aku ingin tersenyum....
karena Dirimu masih memberiku satu lagi hari untuk memperbaiki diri.
aku ingin tersenyum...
Cikarang, 19 Mei 2010
gambar diambil dari sini *inspired from one of DKM event plan :)
Read More..
Posted by
UuL
Senin kemaren saya cuti...
alasan?
saya sedang akad *kalem* ..blushing =>
*tiba-tiba jadi inget cetingan sama salah satu kakak saya di ujung sana
"Nyet ..senin besok aku cuti lho"
"Heh? emang mo ngapain??"
"Gw mo akad"
"WHAT??!!"
dan saat dia mengetik berbagai kata seperti
"trus ibu?? ayah??, pada kesana?",
saya dengan kalemnya off dari kanal chat itu.
gyahahahha...
tapi tenaang...bukan akad YANG ITU... ;)
akad yang satu ini satu langkah mewujudkan salah satu keinginan saya.
Saya akad kredit rumah.
Kenapa mesti kredit? Yah..karena saya belum mampu beli rumah dengan cara cash.
Duit darimanee coba?? =P.
Perbincangan setaun yang lalu
Mami : "dah bisa nabung non?"
Saya : "Rrr...gitu dehh"
*ngebayangin saldo tabungan yang tiap akhir bulan selalu menipis entah buat apa saja.
Mami : "Udah lha..beli rumah aja deh kmu. Ibu gemes liat kmu yang gak bisa nabung"
-_-"
yahhh..itu lha alasan di balik keputusan saya membeli rumah di sini.
Rumah mungil sih...tapi insyaAllah cukup untuk keluarga mungil :)
*bagiku sih...entah bagi beberapa orang. Seperti ini misalnya =P
"Huaa..denger2 bis beli rumah ya? ukuran berapa ul?"
"A x B tante"
"wahh..koq keciil sekaliii yaa??
Itu anak tante saja kemaren baru beli apartemen harganya 900jt"
reaksi saya? hanya nyengir sambil korek2 tanah buat nanem pohon duit T_T
Yeahh..whatever lha. Rejeki tiap orang beda-beda. Dan saya cukup bersyukur dikasih rejeki buat beli rumah ini.
Bismillah aja ^^.
Trus ternyata taun ini teman-teman sekantor juga membeli rumah di blok yang sama dengan saya. Jiaahh...tetanggan dehh =P.
Satu persatu keinginan mulai terwujud. *centang satu wish list lagi ^^v
Subhanallah..Allah itu Baik sekali yah. Padahal diriku masih bandel...masih nakal...
Tapi teteuup aja di beri kemudahan dan jalan menuju apa yang diri ini pinta. Oshh..semangaatt..mesti menjadi lebih baik lagi.. ^^
Read More..