Recent Posts

Monday, 12 January 2009

Kemarahan Ayah


Seingatku, kedua orang tuaku jarang sekali memarahiku, apalagi memukul. Ayah dan ibu bisa dibilang masuk dalam kategori sabar. Kalaupun marah, paling ibu hanya mengomel sesaat dan itu bisa rayu dengan kedipan mata. Wwkwkwk. Hanya 2 kali saja ayah bersikap agak keras padaku. Dan itu masih aku ingat betul.

Pertama, kalau tidak salah saat ku duduk d bangku kelas 1 SD, ketika itu kami masih tinggal d Jayapura. Hari itu, aku keasyikan bermain *entah main apa tidak begitu ingat. hingga pulang ke rumah tepat pukul 6 sore. Di depan pintu, ayah sudah menungguku dengan tampang yang keliahatan marah. Tanpa babibu...ayah langsung menarikku k gudang dan memasukkanku kesana.

"Anak gadis pulang jam 6 sore, tidur saja di gudang!"

huaa....mampusss . Aku ini tidak suka gelap. apalagi gudang di rumah yang kotor dan pengap. Hikss...saat itu aku hanya bisa menangis dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Dan yahh...tapi ayah tetap tidak mau membukakan pintu. Huhuhuhu.... sampai aku lelah menangis dan ketiduran d sana. Bangun, bangun aku sudah berada d atas tempat tidur d kamar tidurku. Hihkkss..hikks... sejak itu aku tidak pernah lagi pulang malam. Takut d kurung di dalam gudang ToT

Dan yah kedua, masih saat SD. Seperti biasa, aku bertengkar dengan kedua kakakku. Masalah remote tipi klo gak salah *pertengkaran yang amat sangat tidak mutu, dan ...seperti biasa dan dapat di duga, aku selalu kalah melawan kedua orang itu. Dan seperti layaknya anak kecil yang kalah, aq selalu menangis...menangis dan menangis. Hmm lumayan keras juga waktu itu. Ayah yang lagi tidur d kamar karena pusing, langsung keluar kamar. dan yupz..sekali lagi tanpa babibu... langsung memukul aku dan kedua kakakku dengan sapu lidi.

Plak plaakk

Ayah hanya berkata satu kata dengan nada tegas.

"Diam!!"

Kita bertiga langsung diam seribu bahasa. Dan begitu ayah kembali masuk kamar, kita saling sikut menyikut d tengah isak tangis...

"gara-gara kmu siih"

"kamu"

"salahhmuuu.."

dan ketika dari kamar ayah berdehem keras, kita bertiga langsung diam. Dan ngacir k luar rumah sambil masih saling menyikut. Huehehhe..kapoook dehh...




gambar d ambil dari sini

0 comments:

Post a comment