Recent Posts

Wednesday, 22 November 2017

[Aliran Rasa][Materi 1] Games Bunda Sayang : Komunikasi Produktif


Sejak Khanza punya adik, saya merasa komunikasi saya dengan Khanza tidak sehat. Saya yang terlalu sibuk dan fokus ke adik2nya seringnya berkomunikasi dengan cara yang 'melukai'. Membuat Khanza maupun saya sama2 tidak nyaman.

Karenanya saya bahagia sekali ketika Materi pertama Bunda Sayang tentang Komunikasi Produktif. Langsung saya memilih Khanza sebagai partner utama saya.

Saya belajar betapa banyak kesalahan yang saya lakukan selama berkomunikasi terutama dengan Khanza.

Saya belajar menahan emosi dan menyampaikan keinginan saya dengan nada bicara dan ekspresi wajah yang tenang, senyum kalau mampu, tanpa keluar ekspresi emosi atau galak.

Karena ternyata dalam berkomunikasi, kata2 hanya berdampak 7% saja sisanya 38% intonasi suara dan 55% nya bahasa tubuh.

Betapa sering selisih paham yang muncul karena saya menyampaikannya dengan penuh emosi. Pesan tak sampai, malah tambah emosi. Khanza sedih, saya merasa bersalah.

10 hari menjalani games ini membuat saya berlatih menahan diri, mencari cara berkomunikasi yang efektif dan produktif terutama dengan putri sulung saya ini. Karena anak, tak pernah salah mengcopy perilaku orangtuanya. Dan bila saya tak suka dengan cara berkomunikasi Khanza, maka saya yang harus merubah cara saya berkomunikasi dengannya.

Semoga saya selalu bisa menerapkan Materi KomProd setiap hari. Bismillaah...Demi menjadi Ibu yang lebih baik


#aliranrasa
#gamelevel1
#kuliahbunsayIIP
#komunikasiproduktif

Read More..

Saturday, 11 November 2017

[Day 10][Materi 1] Games Bunda Sayang : Komunikasi Produktif

Hari terakhir tantantangan 10 hari Games Komunikasi Produktif.

Seringnya saya, kalau lihat anak berbuat baik, cuma senyum dan bersyukur dalam hati saja, tidak diucapkan ke yang bersangkutan. Kalaupun memuji, cuma bilang
"Wah kakak hebat, jagoan"
Giliran berbuat salah... Aduuh mulut ngomel kayak gak ada remnya. Astaghfirullah.

Padahal justru yang harus lebih sering diucapkan itu pujian, semakin dipuji anak jadi semangat melakukan kebaikan lainnya. Eitss..Tapi bukan asal memuji. Memujipun harus jelas. Harus produktif 😁.

Jadi ketika kakak Khanza beres2 rumah, menyapu bahkan menyikat kamar mandi ketika mandi sore tanpa saya pinta. Saya langsung meluk dan mencium kepalanya.
"Kakaaak.. makasih yaa bantuin mama beres-beres rumah. Pakai nyapu..Trus sikat kamar mandi pula."
Dia cuma nyengir
"Iyaa...Aku kan pengen bantuin mama"
Iih jadi pengen meluuk2 anak gadis terus deh.
"Iyaa mama kebantuuuu bangeeet kakak kayak tadi. Makasiih ya sayaang"
Dia nyengir2 bahagia. Hihihi.

Sedang Zalfa, masih punya kebiasaan kalau lagi ingin sesuatu, pasti mintanya sambil merengek. Menangis dan setengah berteriak. Begitupun kalau digoda kakaknya.

Beberapa kali setiap Zalfa melakukannya, sering saya tegur
"Zalfaaa..Coba ngomong nya pelan-pelan. Mama gak ngerti kalau Zalfa ngomong sambil nangis"
"Endaaak...Huaaa...Huaaa..Japa maunya ngomong sambil nangiiis"
"Oke. Nanti kalau sudah selesai nangisnya baru Zalfa bilang ya sama mama maunya apa"

Cara ini seringnya tidak maksimal, karena saya belum lakukan 7-38-55. Tanpa senyum, intonasi tinggi, yang ada Zalfa Makin nangis (ketakutan). Butuh effort lebih bila hanya saya yang menghadapi nya. Karena kadang, saya butuh memeluknya Dan mengelus untuk menenangkannya. Kadang malah menggendongnya. Dan hal ini cenderung susah dilakukan kalau gak ada yang pegang Kenzie.

Ini hari terakhir games 10 Hari ber Komunikasi Produktif. Games yang membuat saya berpikir setiap kali akan mengeluarkan kalimat ke anak.
"Apa ini sudah masuk KomProd ya"
"Apa nadaku terlalu tinggi"
"Senyuum jangan lupa"
Dan hal2 lain yang alhamdulillah semoga bisa membuat saya lebih baik lagi berkomunikasi dengan anak2.

#hari10
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip



Read More..

[Day 9][Materi 1] Games Bunda Sayang : Komunikasi Produktif

Berbeda dengan Zalfa yang sering saya libatkan dengan pekerjaan rumah karena seharian di rumah hampir setiap  hari sementara Khanza sekolah, saya belum menemukan waktu yang pas untuk melibatkan Khanza dalam ketrampilan dapur.

Jadi saat Maghrib tadi Zalfa ikut Utinya arisan ke tetangga dan Kenzie sama Akungnya, saya  mengajak kakak Khanza untuk menyiapkan makanannya sendiri. Telur dadar. Awalnya dia menolak, "Gak bisa aku ma, kompornya tinggi"
"Bisaa. Percaya mama deh. Sini mama kasih tau caranya"

Di dapur, saya siapkan bangku plastik kecil untuk pijakan agar dia mudah menggapai kompor.

Percobaan pertama memecahkan telur, pecahan telur jatuh ke lantai. Khanza kesel
"Tuh kan maaa..Gak bisa akuuu"
"Bisaa Sayang, sini mama bantu" ucap saya sambil memegang tangannya dari belakang.
"Nah bisa kan..sekarang kasih garem sedikit, kocok telurnya" instruksi saya.
"Dikit aja ya ma garamnya kalau kebanyakan bisa keasinan kayak Uti kapan Hari itu ya" kata Khanza cekikikan.
Saya nyengir.

"Sekarang kakak naik keatas kursi"
Setelah dia naik keatas kursi, saya bilang
"Kasih mentega dikit di wajannya."
"Siap"
"Cemplungin telurnya"
Dan ketika telur sudah matang, saya bantu membalik Dan mengangkatnya.
"Good Job, Khanza...bisa goreng telur sendiri  Telur dadar buatannya kakak sudah siaap"
"Waahh....Aku ambil nasi sendiri juga ya ma. Nanti aku makan sendiri gak usah disuapin"
"Iyaa doong" ucap saya sambil mengelus2 kepalanya.

Maaf ya, kak. Mama belum sempat membiasakan kakak di dapur, meski ingin sekali.

Sementara Zalfa, waktu tahu kakaknya diajak goreng telur sendiri, dia juga mau. Tapi karena telurnya sudah digorengkan sama Khanza, saya memintanya mengambil nasi sendiri. Dan dia bisa. Tak lupa saya mengapresiasi usahanya mengambil nasi karena harus pakai kursi mengambil nya.

Ini Hari ke-9 games KomProd (yang keposting di Hari ke-10 karena saya ketiduran semalam...Hueee...Padahal kurang dikiiit lagiiii. *Mewek). Bismillaah semoga jadi lebih baik lagi.

#hari9
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Read More..

Thursday, 9 November 2017

[Day 8][Materi 1] Games Bunda Sayang : Komunikasi Produktif

Hari ini jadwal lumayan padat, kakak Khanza ada pawai Hari Pahlawan di sekolah, sedangkan saya rencana ke posyandu bersama Kenzie dan kakak Zalfa.

Khanza diharuskan memakai pakaian kebaya, bermakeup. Dan harus sudah tiba di sekolah sebelum pukul 7 pagi. Meski sempat mengeluh kegerahan sama kostumnya, tapi dia sudah tidak sabar untuk berangkat.

Sepulang dari posyandu, tidak lama kemudian Kakak Khanza pulang sekolah.
"Halooo kakaaak. Seneng tadi pawainya?"
"Biasa aja, ma" 😶
"Eh rutenya sama kayak pawai yang dulu itu?"
"Enggak, beda. Sekarang ke lapangan polisi"

Saya mikir...pertanyaan apa lagi ini biar jawabannya bisa panjang lebar
"Pas pawai tadi gimana kak si A sama B? Biasanya kan mereka becanda terus ya"
Entah karena kesebut nama temennya, atau karena emaknya berhasil pakai kalimat observasi alih2 interogasi, keluar deh cerita keseruan pas pawai.

Sedangkan Zalfa, yang tadi sepulang posyandu sudah keliatan capek, sampai rumah langsung seger lagi.
"Zalfa, mau makan atau bobo dulu?"
"Makan dulu ma"
Habis makan...
"Eh..Udah habis makannya, alhamdulillah. Yuk kita bobo, yuk"
"Mau dibacain buku dulu"
"Mama bacain sampai halaman ini ya, habis ini bobo ya"
"Siyaap mama"
Sampai halaman yang dimaksud, anaknya gak tidur2. Malah emaknya yang bablas ketiduran... 😗. Hiks.

Hari ke-8 praktek KomProd, masih banyak kurangnya, masih perlu banyak praktek. Oshh...Semangat...Semoga bisa lebih baik lagi.

#hari8
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Read More..

Wednesday, 8 November 2017

[Day 7][Materi 1] Games Bunda Sayang : Komunikasi Produktif

Entah kenapa, kalau emaknya lagi sakit, Zalfa bawaannya malah nempeeel terus. Khawatir kali ya.

Alhamdulillah hari ini bisa dibuat cuci piring..mumpung Kenzie tidur.

Baru cuci beberapa, Zalfa yang habis main sama Utinya nangis
"Mamaaaa...Mama kemana..Japa cari2 mama"
"Mama cuci piring nak, sini yuk"
"Zalfa mau bantu mama?"
"Mauu"
"Zalfa bagian taruh piringnya di bak, ya. Kayak gini naruhnya" ujar saya memberikan instruksi sesingkat mungkin sambil mencontohkan langsung.
"Zalfa bisa?"
"Bisa ma" ucapnya mantap.
😊 Alhamdulillah dapat asisten cilik deh hari ini.

Giliran kakak Khanza pulang, mulai deh perang dunia 🙈. Saya lupa alasannya, tiba2 sudah terdengar tangisan berjamaah dari dua kakak ini. Berakibat adek bayinya kebangun dan ikut 'konser' juga
"Kakaaak..Kakaaak...Halooo...haloo Assallamualaikum" sapa saya ditengah keriuhan suasana.
Tidak mempan.
Ugh...Tarik nafass...Hembuskan...
"Audzubillaaah himinnas syaitoonirrodziim" ucap saya lagi.
Mulai deh kakak besar protess masih sambil nangis
"Mamaaaa...Aku gak mau mama bilang gitu"
Saya mulai membacakan Al Fatihah dan beberapa Surat pendek, sekedar untuk menenangkan suasana (hati). Sambil mengatakan
"Kalau sudah berantemnya baru boleh keatas tempat tidur sama mama"

Lama kelamaan mereka diam, Zalfa yang mulai mendekati kakaknya. Menyodorkan tangan
"Aakk..Japa minta maaf"
Ahh si kakak kecil ini, memang begitu mudah mengekspresikan emosinya.
Kakaknya walau masih cemberut, menerima uluran tangan adiknya.
"Mamaaa...Udah baikan nih kita, boleh keatas??" Tanya kakak Khanza.
"Boleeh doong"

Setelah suasana tenang dan mereka main dengan baik, saya melontarkan pujian buat keduanya
"Mama senaaang banget ngeliat kakak Khanza sama kakak Zalfa mainnya akur kayak gini. Makasih ya..akur terus ya, anak2 mama"

Fiuuh...masih banyak kekurangan memang, karena emak kalian ini masih belajar cara berkomunikasi yang produktif buat menghadapi kalian semua. Semoga teori komprodnya tetap bisa dipraktekkan dalam keadaan apapun. Semoga bisa jadi lebih baik buat kalian ya, nak kanak. *Cium satu2.

#hari7
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip
.
Read More..

Tuesday, 7 November 2017

[Day 6][Materi 1] Games Bunda Sayang : Komunikasi Produktif

Masih berkutat dengan badan yang belum fit. Efeknya, komunikasi dengan anak-anak masih belum bisa produktif. Masih ada saat dimana kepala cenat cenut dan kakak besar kecil berantem, sedang adek bayinya nangis minta nenen, saya kalah...dan meninggikan intonasi suara 😞.

Ada juga saat dimana komunikasi dengan mereka bikin saya ngikik sendiri. Seperti misalnya tadi siang,
"zalfaaa tolong beresin mainannya dong, nak"
"Gak Mau ah, ma. Japa capek"

Utinya tiba2 datang
"Mau Uti sapu atau diberesin?"
"Sapu aja Uti Japa gpp koq"
😂

Utinya gemess
"Iih hayuuk koq diberesin"
Khanza yang dari tadi diam ikut nyeletuk
"Lha Kan tadi Uti buat pilihan disapu atau diberesin, Zalfa milih disapu ya gpp dong mestinya"
Dan kemudian Utinya spaneng 🙈, emaknya melipir dulu sambil pegang kepala yang cenat cenut.

"Mamaa...Ini aku dapat formulir pendaftaran komite Sekolah buat mama, aku isi ya ma"
Setelah emaknya baca sekilas...
"Gak sayang, mama gak bisa sepeda motoran, masih ribet sama dek Kenzie. Ntar malah mama gak amanah"
"Jangan bilang Gak bisa maa..!! bisa gitu lho. Katanya mesti dicoba dulu baru bisa"
Kriiikk...Kriik...

Terkadang anak, menerapkan teori komunikasi produktif dengan caranya sendiri. Dan saya, masih saja belum mampu mengontrol emosi...meski frekuensi sudah jauuuh berkurang dan bisa jadi ini karena kondisi badan yang drop.
*Cross finger. Semoga setelah kondisi badan pulih, KomProd bisa maksimal penerapannya. Aamiin.
#hari6
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Read More..